“ia akan mengalami akibat dari perbuatan itu di sini dan saat ini, atau dalam kelahiran kembali berikutnya, atau dalam beberapa kelahiran setelahnya.” [SANG BUDDHA]
Anda patut merasa bersyukur, menemukan dan membaca ulasan ini, karena tidak semua orang seberuntung Anda bisa mengetahui cara kerja Hukum Karma. Sebelum penulis mendalami Dhamma dengan riset Tipitaka secara mendalam, kecenderungan yang ada ialah kegelisahan-batin yang bersumber dari pandangan keliru berupa penyimpulan secara prematur akibat “cacat logika” yang bernama “menggenalisisr”, semisal orang jahat cenderung beruntung dan panjang umur, orang baik cenderung pendek umur dan malang nasib hidupnya. Pandangan spekulatif demikian adalah lazim dapat kita jumpai, dari kebanyakan orang yang merasa kecewa atas ketidak-adilan hidup dan nasib.
