Jual-Beli Tanah Wajib Tunduk pada Asas Hukum Agraria “TERANG dan TUNAI”, Tidak Bisa dengan Surat Jual-Beli atau Ganti-Rugi Dibawah Tangan
Question : Ada yurisprudensi yang menyatakan bahwa sekalipun bukti suratnya berupa akta non-otentik semacam surat dibawah tangan, sepanjang selaras dengan keterangan saksi-saksi, maka bukti surat dibawah tangan tetap dapat diterima sebagai bukti yang mamiliki bobot nilai pembuktian di mata hakim pengadilan. Apakah yurisprudensi demikian berlaku untuk seluruh karakteristik sengketa keperdataan di pengadilan?
